Kota Bengkulu,Proyek peningkatan trotoar tengah jalan (Median Jalan) dan drainase Kelurahan Padang Serai kecamatan kampung melayu Kota Bengkulu.
Menguras dana APBD Kota Bengkulu tahun anggaran 2025 cukup besar sangat pantastis Rp 3,2 miliar lebih, panjang trotoar hanya 1,2 km dan drainase panjangnya 600 m + siring pembuangan 200 m dikerjakan CV Indo Karya Agung dikerjakan asal jadi
Beberapa warga mengeluh akibat bangunan siring menjadi sarang nyamuk sepanjang bangunan Siring bengkok-bengkok bagaikan ular sedang berjalan dan tergenang air. Sama halnya dengan lampu listrik sudah satu bulan lebih lampu jalan tidak berfungsi alias mati sepanjang jalan.
Sejak awal pengerjaan dikeluhkan warga yang terutama rumahnya dipinggir jalan.
Karena proyek peningkatan drainase lebih dalam daripada jalan pembuangan keluarnya air sehingga mengendap genangan air menjadi sarang nyamuk.
Beberapa warga setempat ditemui media ini, M.Yusuf toko masyarakat padang serai dan Pak Iwan mengatakan, lihat sendiri bangunan Drenasenya pak katanya, bangunan siring tidak lurus bengkok-bengkok banyak lobang di sisi bangunan siring menjadi sarang tikus dan ular, sebagian ditutup dengan batu krikil berserakan tanpa digilas, gorong-gorong tersumbat karena sangat kecil keluh pak Yusuf.
Lanjut Pak’ Yusuf mengatakan ketika itu, sebelum dilaksanakan pekerjaan Pemerintah Daerah Kota Bengkulu didampingi Dinas PUPR Kota ketika disosialisasikan kepada warga Padang Serai, rencana pembangunan Trotoar dan Siring ketika itu saya ikut hadir bangunan drainase dibangun kiri dan kanan jalan. Namun kenyataannya hanya sebelah kiri jalan saja, itupun hanya 800 meter sudah termasuk Siring pembuangan sekitar 200 meter yang dikerjakan tidak seimbang dengan Dana yang ada keluhnya.
Beberapa pekerja ditemui dilapangan mengatakan ada potongan gaji setiap hari Sabtu Gaji dipotong berparissi mulai dari Rp 15 – 50 ribu dipotong, katanya untuk kepala tukang yang membawa orang kerja. Gaji tukang hanya Rp 130 ribu, menurut mereka tidak ada lagi gaji tukang sekecil itu di Bengkulu, lembur hanya Rp 15/ jam keluhannya.
Pengawas proyek dari Perusahaan Sarono yang ditemui dilapangan, Ia membantah tidak ada potongan gaji katanya, kenapa drainase tidak lurus menjawab saat digali bastingnya mallnya tidak sama katanya dan kenapa tergenang air dalam singring jawabnya nanti diperbaiki lagi namun sampai saat ini tidak ada perbaikan.
Sampai berita ini diterbitkan awak media ini masih mencari informasi kebenaranya pihak dinas dan .seperti apa langkah selanjutnya (Tim/jlg/hl).













