Proyek 2024 Putus Kontrak Proyek 2025 Retak, Dinkes Bengkulu Utara Kembali Jadi Sorotan

METRO BENGKULU.COM –  Bengkulu Utara,Dugaan  Minimnya pengawasan proyek dinas kesehatan kabupaten bengkulu utara bukanlah persoalan yang baru. tahun 2024 yang lalu gedung puskesmas tanjung agung palik retak hingga proyek laboratorium putus kontrak, (16/4/2026).

Sebelumnya tahun 2024 yang lalu publik di hebohkan dengan proyek gedung laboratorium di lingkungan dinas kesehatan bengkulu utara yang berujung putus kontrak hingga di lanjutkan proyek tersebut pada tahun 2025.

Tidak hanya proyek tahun anggaran 2024 saja yang diduga bermasalah. Pengawasan proyek puskesmas tahun anggaran 2025 kembali menjadi sorotan.

Terbaru, proyek rehabilitas puskesmas air bintunan di kecamatan giri Mulya kabupaten bengkulu Utara provinsi bengkulu turut menyita perhatian publik.

Proyek yang bersumber dari APBD kabupaten bengkulu utara tahun anggaran 2025 dengan pagu anggaran yang cukup fantastis mencapai Rp.7.002.436.027,06 kontraktor pelaksana CV.bangun Mega Utama.

Proyek yang baru selesai di kerjakan pada 12 Desember 2025 dan diresmikan pada 29 Januari 2026 yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi kabupaten bengkulu utara ini, kondisi gedung saat ini sudah mengalami retak yang cukup memprihatinkan.

Ironisnya proyek yang menelan anggaran miliaran tersebut kondisinya saat ini sangat memprihatikan dan tidak bisa dianggap main-main, mengingat pasilitas tersebut pelayanan untuk kesehatan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat harus diutamakan.

Pantauan awak media di lokasi puskesmas air bintunan di kecamatan giri mulya terlihat hampir disetiap sudut bangunan sudah mengalami retak termasuk sejumlah ruangan lantai atas mengalami hal yang sama.

Retakan tersebut mulai terlihat dari dinding gedung bagian depan kiri dan kanan. berikut bagian belakang dan pagar pembatas serta beberapa ting kolom sudah mengalami retak yang serius.

Peristiwa gedung yang retak ini mengingatkan kita pada proyek gedung puskesmas yang berada di kecamatan Tanjung agung Palik (TAP) pada tahun 2024, yang diduga dikerjakan oleh pihak kontraktor yang sama dengan pagu anggaran kurang lebih 6,3 miliar.

Pihak kontraktor pelaksana yang sudah tidak asing ini diduga hampir setiap tahun mendapatkan proyek gedung puskesmas yang nilainya miliaran khususnya di kabupaten bengkulu utara.

Dari informasi yang dihimpun ada sejumlah proyek puskesmas yang nilainya miliaran di kecamatan lain kondisi gedung mengalami hal yang serupa.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab keretakan pada gedung tersebut:

Ada beberapa faktor Penyebab utama proyek gedung retak meliputi kesalahan desain struktur, penggunaan material berkualitas rendah, kesalahan pelaksanaan konstruksi (seperti kekurangan campuran semen), pergerakan atau penurunan tanah (settlement), dan dampak cuaca/pengeringan yang terlalu cepat. Keretakan dapat bersifat non-struktural (plesteran) atau struktural (pondasi/kolom) yang mengancam keamanan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp PLT kepala dinas kesehatan bengkulu utara mengatakan kalau PPTK nya “Titik “Singkatnya.

Kembali awak media mempertanyakan apakah proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan, PLT kadis tindak memberikan jawaban.

Tidak sampai disitu awak media konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada PPTK dinas kesehatan bengkulu utara akan tetapi sangat di sayangkan PPTK tidak memberikan jawaban memilih bungkam.(Uh/EJ)